Matematika dan Psikologi

Bayak yang berpikiran bahwa ilmu matematika tidak berhubungan dengan ilmu psikologi, tapi kenyataannya kedua hal tersebut berhubungan. Seperti halnya ketika kita ingin menghitung besarnya intelegensi seseorang, kita tidak boleh sembarangan untuk menyimpulkan berapa besarnya intelegensi seseorang. Maka dari itu matematika sangat dibutuhkan dalam penghitungan ini. Menurut Binet untuk mengukur tingkat keintelegensian seseorang dengan menggunakan rumus MA/CA x 100, M (mental) dan C (cronology). Ini merupakan salah satu bukti sederhana yang menjelaskan bahwa matematika dan psikologi sangatlah berhubungan.

Statistik, yaitu suatu ilmu matematika dengan melakukan pengelompokkan serta menganalisis suatu data yang kita dapat. Statistik ini sangat luas, sehingga kita juga sebagai orang psikologi juga dapat melakukannya. Misalkan kita ingin mengelompokkan seseorang berdasarkan berdasarkan karakteistiknya (melalui survey terlebih dahulu tentunya), setelah itu kita dapat melakukan perhitungan dengan jelas. Himpunan juga berhubungan dengan statistik, dengan membuat sebuah diagram kita dapat melihat presentase karakteristik seseorang dalam satu kelompok. Peluang, untuk teori ini jelas membutuhkan perhitungan. Contohnya kita ingin mengetahui berapa persen peluang seorang anak mempunyai karakteristik yang mengikuti ayah atau ibunya, tentu saja ini berhubungan.

Matematika mempunyai hubungan dengan psikologi, karena didalam psikologi juga diajarkan bagaimana cara menghitung IQ/intelegensi seseorang (yang disebutkan diatas sebelumnya). Tidak hanya psikologi, matematika juga dipakai dalam segala bidang. Terutama apabila kita ingin melakukan penelitian ilmiah atau ingin menghitung presentase, yaitu dengan metode statistik kita dengan mudah dapat menghitung. Matematika mungkin sangat sulit untuk dipahami dikarenakan banyaknya variabel maupun angka-angka, dengan metode pendekatan psikologi seseorang dengan mudah untuk mempelajarinya.

Sebenarnya tanpa kita sadari kita telah melakukannya dalam kehidupan kita, dan metode matematika dalam psikologi dapat kita katakan “mudah” untuk kita lakukan. Jadi pada intinya adalah matematika mempunyai koneksi dengan psikologi. Dimana matematika yang kita lebih kenal dengan ilmu pasti, dikaitkan dengan konteks ilmu sosial. Sehingga dapat menimbulkan suatu pembelajaran baru bagi kita yang belum mengetahuinya.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s