Liberalisme Bagian Dari Filsafat Modern

Salah satu periode dari sejarah yaitu zaman modern mempunyai perbedaan dengan periode pertengahan, yang menjadi tanda sejarah modern adalah runtuhnya otoritas gereja dana mulai kuatnya otoritas sains. Sehingga kebudayaan modern kurang bernuansa gerejawi. Kekuasaan gereja di masa lalu mulai tergantikan oleh negara sebagai otoritas politik yang mengontrol kebudayaan. Namun pengaruh negara terhadap pemikiran-pemikiran para filosof lebih kecil dibandingkan pengaruh gereja pada Abad Pertengahan. Penolakan terhadap otoritas gereja, yang merupakan ciri negatif dari abad modern, muncul lebih awal daripada cirri positifnya, yakni penerimaan terhadap otoritas sains.

Otoritas sains, yang oleh kebanyakan filosof dipandang sebagai epos modern, sangat berbeda dengan otoritas gereja, karena otoritas sains bersifat intelektual, bukan politis. Ada perbedaan lain antara otoritas sains dan otoritas gerjea bahwa yang terakhir ini menyatakan ketentuan-ketentuannya sebagai kepastian absolut dan tidak bisa diubah selamanya, sedangkan pernyataan-pernyataan sains dibuat secara tentative berdasarkan kemungkinan dan dianggap bisa dimodifikasi. Ciri sains ini melahirkan cara berpikir yang sangat berbeda dengan dogma Abad Pertengahan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa zaman modern merombak semua pemikiran yang terjadi di abad pertengahan yang selalu dikotrol oleh gereja. Zaman modern membuat sebuah tatanan pemikiran baru yang berlandaskan kepad logika dan sains.Pembebasan dari otoritas gereja mendorong tumbuhnya individualisme, bahkan sampai pada batas anarki. Disiplin, intelektual, moral dan politik oleh pikiran-pikiran manusia Renaisans diasosiasikan dengan filsafat skolastik dan kekuasaan gereja. Namun demikian, filsafat modern kebanyakan tetap mempertahakankan kecenderungan individualistik dan subyektifnya.Pada tulisan ini akan dibahas mengenai perkembangan sebuah paham yang sudah dikenal di dunia yaitu Liberalisme. Pembahasan ini mengenai perkembangan liberalisme dari awal dan bagaimana Liberalisme di masa sekarang.

PEMIKIRAN TENTANG LIBERALISME SEBAGAI SALAH SATU BAGIAN DARI FILSAFAT MODERN

Liberalisme adalah aliran atau paham ketatanegaraan dan ekonomi, yang dalam ketatanegaraan bercita-cita demokrasi dan dalam ekonomi menganjurkan kebebasan berusaha dan berniaga (pemerintah tidak boleh turut campur). Sedangkan penganutnya disebut kaum liberal.Dari pengertian tersebut dalam kita pahami bahwa Liberalisme menekankan kepada kebebasan, baik dalam pemerintahan maupun dalam bidang ekonomi. Kebebasan yang dimaksud di sini adalah kebebasan individu, di mana individu bebas melakukan apa yang ingin dia lakukan tanpa campur tangan dari pihak lain.

Perkembangan liberalisme mulai muncul sejak akhir abad ke-17. liberalisme awal adalah produk dari Inggris dan Belanda, serta mempunyai suatu karakteristik yang menonjol. Liberalisme membela toleransi beragama; liberalisme itu Protestan, tetapi lebih bersifat bebas daripada fanatik; liberalisme menganggap perang agama sebagai kebodohan. Liberalisme menghargai perdagangan dan industri, serta lebih mendukung bangkitnya kelas menengah daripada monarki dan aristokrasi; liberalisme menjunjung tinggi hak-hak kepemilikan, khususnya ketika terakumulasikan oleh buruh yang dimiliki secara individual. Prinsip keturunan, meski tidak ditolak, lebih dibatasi cakupannya daripada sebelumnya; secara khusus, hak suci raja-raja ditolak demi berlakunya pandangan bahwa setiap komunitas, pada dasarnya, mempunyai hak untuk memilih bentuk pemerintahannya sendiri. Sehingga kecenderungan liberalisme awal mengarah ke demokrasi yang dikuatkan dengan hak-hak kepemilikan.

Liberalisme awal bercirikan optimistik, energik, dan filosofis, karena mewakili kekuatan-kekuatan yang sedang tumbuh dan tampaknya akan meraih kemenangan tanpa kesulitan berarti, dan dengan kemenangan ini akan membawa keuntungan besar bagi umat manusia. Liberalisme menentang segala sesuatu yang berbau abad Pertengahan, baik dalam filsafat maupun politik, karena teori-teori Abad Pertengahan telah digunakan untuk endukung kekuasaan gereja dan raja, menjustifikasi penganiayaan, dan menghalangi bangkitnya sain; tetapi liberalisme kemudian juga menentang fanatisme para Calvinis dan Anababtis. Liberalisme ingin mengakhiri perselisihan politik dan teologi demi mengerahkan energi manusia untuk kegiatan-kegiatan perdagangan dan sains. Di seluruh dunia Barat, sikap keras dalam memegang pendirian memberi tempat bagi pencerahan, kekhawatiran akan kekuatan Spanyol telah berakhir, semua kelas semakin makmur, dan harapan-harapan yang menjulang tinggi tampaknya dijamin oleh keadaan yang sangat tenang.

Sehingga pada akhirnya berhasil mencetuskan Revolusi Perancis, yang langsung melahirkan Napoleon dan kemudian Aliansi Suci. Setelah itu liberalisme menggulirkan gelombang keduanya sebelum optimisme abad ke-19 bisa diperbaharui. Ada pola umum gerakan-gerakan liberalisme dari abad ke-17 sampai 19. Pola ini mula-mula sederhana, tetapi secara bertahap menjadi semakin dan semakin kompleks. Ciri yang jelas terlihat dalam gerakan ini dalam pengertian luas adalah individualisme; namun individualisme merupakan istilah yang samar sebelum didefinisikan lebih lanjut. Para filosof Yunani bukanlah para individualis. Mereka memandang manusia pada dasanya sebagai anggota komunitas. Liberalisme awal bercirikan individualistik dalam perkara-perkara intelektual, juga dalam bidang ekonomi, tetapi tidak mementingkan diri sendiri secara emosional dan etis. Bentuk ini mendominasi Inggris pada abad ke-18, para pembuat konstitusi Amerika.

Selama Revolusi Perancis, liberalisme diwakili oleh partai-partai yang lebih moderat. Di Inggris, setelah beberapa kali berlangsung perang Napoleon, liberalisme kembali berpengaruh dengan bangkitnya Benthamites dan Mazhab Manchester. Keberhasilan terbesar liberalisme terjadi di Amerika, hingga menjadi dominan sejak tahun 1776 sampai sekarang.Namun ada sebuah gerakan baru yang berkembang secara bertahap menjadi antitesis dari liberalisme, ini dimulai dengan Rousseau, dan menancapkan kekuatannya sejak gerakan romantik dan munculnya prinsip kebangsaan.

Dalam gerakan ini, individualisme melebar dari wilayah intelektual ke wilayah hasrat manusia, dan aspek-aspek anarkis dari individualisme dibuat eksplisit. Pada saat itu ada rasa tidak suka pada industrialisme awal, kebencian pada keburukan yang diciptakannya, dan pemberontakan terhadap kekejaman-kekejamannya.Ada filsafat lain yang merupakan cabang dari liberalisme, yakni filsafat Marx.Uraian filsafat liberal pertama yang lengkap dapat ditemukan dalam diri Locke. Di Inggris, pandangan-pandangannya sepenuhnya harmonis dengan pandangan-pandangan para tokoh paling cerdas sehingga sulit untuk melacak pengaruh mereka kecuali dalam filsafat teoritis.

Doktrin bahwa fungsi legislatif, eksekutif, dan yudikatif pemerintah harus tetap dipisahkan merupakan ciri khas liberalisme. Legislatif dan eksekutif harus dipisahkan untuk mencegah penyalahgunaan kekuasaan. Dan doktrin ini banyak yang telah menggunakan, namun cenderung antara legislatif dan eksekutif menjadi musuh bebuyutan dibanyak negara.Perkembangan liberalisme di masa sekarang cukup pesat, seperti kita lihat negara-negara liberal seperti Amerika. Amerika sekarang menjadi sebuah negara yang besar dan dianggap polisi dunia. Di sana kebebasan dijunjung tinggi karena hak-hak tiap warganya dijamin oleh pemerintah. Sehingga jangan heran kalau tingkat kompetisi di sana sangat tinggi.Negara kita juga pernah menerapkan sistem liberal ini. Yaitu pada masa Demokrasi liberal. Apa yang terjadi? Negara kita mengalami krisis yang cukup parah. Parlemen hanya berumur singkat. Kemiskinan merajalela. Ternyata paham ini tidak cocok diterapkan di negara kita. Krisis ini kemudian diakhiri dengan Dekrit Presiden tahun 1959.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s